FAKFAK……Tanah Kelahiran


AIR TERJUN TAGOR

Posted in Tujuan Wisata oleh Phaul Heger pada Desember 6, 2007

I. SEKILAS PERJALANAN MENUJU AIR TERJUN TAGOR, KAMPUNG MAMBUNI-    BUNI

Mambuni-buni adalah nama sebuah kampung yang terletak jauh dari kota Fakfak, yaitu di Distrik Kokas Kabupaten Fak-fak, Papua. Adapun yang menghubungkan antara kampung tersebut dengan kampung lain dan ibukotanya adalah transportasi jalan darat. Letak geografis yang dimilki yaitu berbukit/bergunung-gunung membuat jalan yang dibuatpun kelihatan berliku-liku, kadang menurun , menanjak bahkan ada yang berada disisi tebing. Ada jalan yang sudah diaspal dengan baik adapula yang sudah rusak atau aspal memecah akibat dari pembuatan jalan yang hanya asal-asalan.
Transportasi yang digunakan dari Fak-fak ke Mambunibuni adalah taksi atau mikrolet (TS125) dan memakan waktu sekitar 4 jam perjalanan. Berawal dari terminal Tambaruni lalu akan berjalan dan melewati beberapa kampung lainnya. Kampung terakhir sebelum masuk ke kawasan kampung mambunibuni adalah kampung Pik-Pik. Dari atas kampung Pikpik tepatnya di Bawangrohi, akan terhampar pemandangan yang sangat menakjubkan yaitu pemandangan alam dibawahnya. Nampak kampung-kampung yang berada dipinggiran pantai, hingga pemandangan laut lepas. Seringkali ada kapal yang sedang lalu lalang di lepas pantai dapat di lihat dari tempat tersebut, bila malam kelihatan lampu-lampu kapal tersebut.
Dari bawangrohi jalan menuju mambunibuni belumlah diaspal dengan baik alias masih berupa hamparan kerikil. Jalam menurun yang membuat hati sedikit was-was dll. Kurang lebih 6 km jarak antara kampung Pikpik dan Mambuni-buni. Karena jalan menurun sehingga tak terasa kalau-kalau sudah tiba di pantai kampung Mambunibuni.
Adapun perumahan penduduk tidak teratur dengan baik sehingga jangan disangka bahwa bagian pantai inilah kampung tersebut. Posisi kampung tepatnya berada kuranglebih 1,5 km dari pantai. Dipantai Mambunibuni terdapat sebuah pasar tradisional yang masih menggunakan system barter dan buka hanya pada hari sabtu pagi. Kemudian sebuah bangunan Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan Kristen yang baru dibangun dan beberapa rumah guru.

II.PERJALANAN MENUJU AIR TERJUN TAGOR

Hingga kini masih banyak orang yang belum mengetahui tentang keberadaan air terjun tagor tersebut. Sekitar tahun 1990_an ada turis –turis mancanegara yang sering datang dan meminta penduduk local untuk mengantar mereka menuju ke air terjun tersebut. Namun pada tahun 2000 hingga sekarang sangat jarang sekali bahkan tak ada sama sekali.
Ada beberapa jalan yang bisa digunakan untuk menuju ke air terjun tersebut antara lain, melalui pinggiran kali atau melalui jalan bekas perusahaan kayu. Jalan bekas perusahaan tersebut kini sudah menjadi semak-semak sehingga sulit untuk menggunakan kendaraan roda empat. Jarak ke air terjun Tagor jika melewati jalan perusahaan maka kuranglebih 27 km. Bila melalui jalan kali maka jarak tempuh lebih cepat kurang lebih 6 jam perjalanan. Bagi yang belum terbiasa berjalan diatas batu kali akan merasa keletihan dan rasanya malas jalan bersantai ditempat dimana duduknya. Jalan melalui pinggiran kali terkadang harus melompat karena besar batu-batu yang ada di kali tersebut. Terkadang harus basah-basah karena menyeberang kali. Dari pinggiran kali ini pulalah kita akan sampai ke air terjun tagor.
Menurut cerita masyarakat di kampung Mambunibuni, dulunya untuk mengetahui ketinggian air terjun tersebut; leluhur atau nenek moyang kami membungkus ubi (Keladi) dengan daun-daunan. Awalnya bungkusan tersebut sebesar genggaman tangan orang dewasa. Dibungkus terus dengan daun-daunan yang ada di pinggiran; dibungkus dan terus dibungkus hingga sebesar buntalan bantal. Lalu buntalan tersebut dibawah ke atas air terjun kemudian membiarkan hanyut dan jatuh mengikuti terjunan air tersebut. Setelah buntalan tersebut jatuh mengikuti terjunan air; mereka mengeceknya buntalan tersebut dibawah terjunan air itu; apakah buntalan tersebut masih utuh atau sudah hancur berkeping keping. Karena ketinggian dan terjunan air dan putarannya mengakibatkan buntalan tersebut hancur berkeping-keping maka diambil suatu kesimpulan bahwa iar terjun ini sangat tinggi dan berbahaya bila ada yang sampai jatuh kesana.

Nantikan kLanjutannya …….!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: